TAREKH ISLAM 1
06/05/10
0
komentar
Kisah Nabi ADAM AS
Mukaddimah
Kisah-kisah para Nabi (Qashashul Anbiya`) yang akan kami tampilkan selanjutnya adalah buah karya besar dari Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy, seorang faqih, mufassir dan penulis yang produktif, berjudul Qashash al-Anbiyaa`. Di dalamnya, terdapat beberapa pelajaran penting dari kisah-kisah para Nabi tersebut, juga kisah menarik lainnya yang terdapat di dalam al-Qur’an. Dalam hal ini, penulisnya tidak memaparkan sisi riwayat hidup secara panjang-lebar tetapi lebih kepada bagaimana refleksi dan pelajaran yang dapat dipetik dari kisah-kisah tersebut.
Adapun tujuan kami menampilkan kajian ini adalah agar kita mendapatkan pelajaran yang berharga dari kisah-kisah tersebut sebab al-Qur’an memerintahkan kita agar mengambil pelajaran dari kisah-kisah masa lampau; apa yang baik darinya kita jadikan pegangan hidup dan yang buruk kita tinggalkan agar tidak terjadi di dalam kehidupan kita.
Buku yang akan kami tampilkan selanjutnya secara berkala ini (dengan sedikit perubahan) diterbitkan oleh PUSTAKA AL-SOFWA sehingga tidak diperkenankan memperbanyaknya untuk tujuan pribadi atau komersial kecuali untuk bahan-bahan pengajian, ceramah dan semisalnya yang bermanfa’at untuk umat. Dan, apabila anda menginginkan buku yang sebentar lagi akan terbit tersebut secara lengkap dapat memesannya pada penerbit bersangkutan.
Buku ini disusun oleh Abu Muhammad Asyraf bin Abdil Maqshud.(red.,)Sekilas Mengenai Biografi Penulis, Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy
Ia adalah Syaikh Abu Abdillah Abdurrahman bin Nashir bin Abdillah bin Nashir keturunan As-Sa’adi dari kabilah Bani Tamim.
Ia lahir di kota Unaizah bagian dari wilayah Al-Qashim pada tanggal 12 Muharram 1307 H. Ia ditinggal wafat kedua orang tuanya saat masih kecil, dimana Ibunya wafat saat ia berusia 4 tahun dan bapaknya wafat saat ia berusia 7 tahun.
Ia telah hafal Al-Qur’an beserta ilmu tajwidnya dalam usia tidak lebih dari 11 tahun, kemudian ia sibuk belajar serta menuntut ilmu kepada sejumlah ulama yang terdapat di negerinya dan ulama yang datang ke negerinya.
Di antara guru-gurunya yang terkenal adalah Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Hasir, Syaikh Muhammad bin Abdil Karim Asy-Syibl, Syaikh Shalih bin ‘Utsman qadhi Unaizah, Syaikh Muhammad Asy-Syanqithi seorang tamu dari Hijaz dan lain-lain. Sungguh benar seseorang yang berkata, “Di antara gurunya yang paling agung adalah Syaikh Islam Ibnu Taimiyah serta muridnya Ibnu Al-Qayyim karena keseriusannya di dalam mengkaji dan menerima karya-karya keduanya.”
Baca Selengkapnya ....









